Beberapa hari yang lalu saya terkejut sekali melihat tagihan listrik rumah bulan ini mencapai angka tidak semestinya, padahal saat itu dengan percaya diri saya hanya membawa uang pas saja. Tak ayal dengan rasa kecewa karena sudah lama mengantri dan sedikit rasa malu yang melanda saya pergi ke ATM untuk menambah kekurangan uang yang harus dibayarkan. Sesampainya di rumah hal tersebut saya sampaikan ke orang tua saya kalau tagihan listrik bulan ini membengkak hingga 40% dari tagihan bulan lalu, saya juga meminta kepada adik saya untuk menghemat listrik agar bulan depan tagihan listrik bisa kembali normal seperti semula. Saya masih saja penasaran dengan jumlah tagihan tersebut, saya mencoba klarifikasi dengan menelpon pusat layanan PLN seandainya saja ada kesalahan dalam penghitungan tagihan. Namun, dari informasi yang saya dapatkan ternyata sejak dua bulan yang lalu tarif dasar listrik telah naik, untuk pelanggan rumah tangga 1300 VA dari semula berkisar Rp 879/KwH kini menjadi Rp 928/KwH. Setelah mendengar penjelasan secara rinci dari petugas, saya sedikit merasa puas dan berusaha melupakan jumlah tagihan pada hari tersebut.

tips menghemat listrik

Kali ini saya mencoba memeriksa seluruh perangkat elektronik yang terpasang di rumah. Saya memeriksa setiap kamar dan mendapati bahwa ada beberapa perangkat elektronik yang memang luput dari pengawasan kami dibiarkan tetap terpasang pada colokan listrik. Listrik memang sangat membantu mempermudah pekerjaan dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi jika kita tidak bijaksana dalam menggunakannya, maka listrik dapat menyulitkan kita khususnya dalam hal finansial.

Setelah kejadian tersebut, saya kembali memastikan dengan sebaik mungkin semua perangkat elektronik di rumah tidak tersambung secara terus menerus dengan sumber listrik dan membatasi penggunaan televisi serta komputer dengan sebaik mungkin.

Ada beberapa hal yang saya lakukan guna mengurangi jumlah pengeluaran tagihan listrik tiap bulannya. Tips berikut mungkin juga berguna untuk Anda yang sering mengalami tagihan listrik yang membengkak seperti saya, berikut yang saya lakukan:

Tips Menghemat Listrik

  1. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan saja
  2. Hindari menyimpan makanan panas ke dalam kulkas
  3. Atur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan
  4. Pergunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas
  5. Buatlah tandon air jika Anda menggunakan mesin pompa
  6. Belilah setrika yang memiliki pengatur panas otomatis
  7. Nyalakan televisi ketika Anda ingin menonton, jangan dibiasakan tv menyala ketika Anda tertidur
  8. Ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker, gunakan air yang telah dipanaskan terlebih dahulu, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat
  9. Ketika siang hari manfaatkan sinar matahari untuk menyinari di dalam ruangan rumah Anda
  10. Gunakan lampu hemat energy, untuk komputer Anda gunakan monitor LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung.

Cara Menghemat Listrik

  1. Lepaskan charger telepon genggam bila tidak sedang digunakan, karena bila charger dibiarkan tetap terpasang pada sumber listrik, maka listrik akan terbuang sia-sia.
  2. Jika peralatan listrik Anda TV, radio, charger, komputer, kulkas, dll tidak sedang digunakan dalam jangka lama, sebaiknya Anda matikan dengan menekan off, namun meskipun Anda sudah menekan off ternyata listrik masih tetap mengalir ke peralatan elektronik Anda sebaiknya Anda juga mencabut kabel dari pusat sumber listrik.
  3. Hindari pemasangan steker secara bertumpuk untuk menghindari korsleting yang dapat menimbulkan kebakaran
  4. Jika Anda masih saja kesulitan dalam mengontrol pengunaan listrik di rumah, kini Anda dapat mempertimbangkan untuk beralih menggunakan listrik prabayar. Sama seperti membeli pulsa telepon, tagihan listrik akan disesuaikan dengan paket yang Anda beli dan akan habis dengan sendirinya jika kuota telah tercapai.

Demikianlah beberapa tips serta cara yang biasa saya pergunakan di rumah dalam mengontrol pemakaian listrik saya. Gunakan listrik secara bijak meski Anda mampu untuk membayarnya, karena listrik sebagian masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai tenaga pembangkitnya. Oleh karena itu, jika kita dapat mengontrol penggunan listrik dengan bijaksana, maka dengan kata lain kita sudah turut serta berpartisipasi dalam penghematan energi.