Pin It

Kuliner Nusantara Kasaomi Khas Buton Sulteng

Hidangan-Kasuami-Khas-Buton

Kasoami adalah makanan khas masyarakat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Bahkan makanan ini sudah menjadi makanan pokok masyarakat di pulau ini. Namun, arti kasoami bagi masyarakat tidak hanya sebatas makanan pokok. Kasoami juga dijadikan media keakraban dan persaudaraan. Kasoami juga sering disebut kasangkola.

Bahan utama pembuatan Kasoami adalah ubi kayu. Proses pembuatannya lumayan sulit untuk para pemula karena memerlukan kesabaran yang tinggi. Aroma dan rasanya sangat enak. Rasanya mirip dengan roti tawar. Rasanya gurih dan renyah, apalagi kalo dimakan di waktu masih panas-panas semakin menambah nikmat. Kasoami akan lebih enak lagi jika dipadukan dengan ikan bakar atau ikan asin. Selain masyarakat Buton, masyarakat di daerah Wawonii juga gemar menyantap makanan ini. Menurut penuturan beberapa masyarakat setempat, makanan ini dinamakan Kasoami dikarenakan makanan yang berbahan baku ubi kayu ini harus dimakan bersama dengan ikan sebagai lauknya dan tidak boleh dipisahkan. Ada pendapat lain yang menyatakan Kasoami berasal dari dua suku kata yaitu soa yang artinya uap panas dan kaopi yang berarti tepung ubi kayu atau gaplek.

Langkah pertama pembuatan Kasoami adalah memarut ubi yang sudah dibersihkan dengan menggunakan alat yang biasa disebut kaparu. Kemudian parutan ubi diperas. Air perasan dibuang dan yang digunakan adalah ampasnya. Untuk mengoptimalkan kadar air yang bisa dikeluarkan dalam ubi, ubi diletakkan dalam tempat pirepoa. Ubi kayu dijepit dengan menggunakan papan kayu dan ditindis dengan batu. Dengan menggunakan peralatan ini ampas ubi akan cepat kering.

Pastikan ubi benar – benar sudah kering. Setelah ubi kering, ubi akan menjadi kaopi atau kagepe. Ubi diambil kemudian disaring dengan menggunakan kagugura. Setelah disaring, maka proses selanjutnya adalah pengukusan.

Ubi dikukus dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari daun kelapa yang sudah dianyam dan dibentuk menyerupai topi (piramida). Proses pengukusan biasanya membutuhkan waktu antara 20 sampai 30 menit. Tanda – tanda proses pengukusan selesai, bisa dilihat dari uap yang keluar atau dengan memastikan bahwa ubi yang dikukus telah menyatu dan berubah warna dari putih menjadi agak kekuning-kuningan. Setelah masak, angkatlah kasaomi dari dalam periuk atau dalam bahasa setempat disebut tawe rici. Kemudian sajikan di atas piring beserta dengan ikan bakar atau ikan asin.

Terdapat beberapa jenis kasoami yaitu kasoami putih, kuning dan hitam. Kasoami bisa tahan atau awet dalam waktu satu minggu. Kuliner nusantara kasaomi ini hampir mirip dengan tiwul.

Kasoami biasa disantap dengan ikan kering, ikan bakar atau sayuran. Bahkan bisa juga disantap sambil menikmati minuman teh. Jajanan ini juga bisa diperoleh di pasar – pasar tradisional yang terdapat di Kota Kendari seperti pasar ikan dan pasar lawata. Makanan ini biasanya dijajakan pada malam hari, yang bisa menjadi pilihan makanan ketika anda berkunjung disana.

%d bloggers like this: