Praktekin – Kisah sukses pendiri Tokopedia berawal dari salah satu pendiri Tokopedia William Tanuwijaya yang prihatin dengan kondisi usaha online kala itu yang belum mendapatkan kepercayaan di masyarakat Indonesia. Sebelum meraih sukses seperti sekarang, siapa sangka William pernah mengalami beberapa kali penolakan. Namun, berkat kerja keras pantang menyerah yang dimilikinya, tokopedia berhasil diterima oleh masyarakat Indonesia dan beberapa kali menerima penghargaan baik dari dalam dan luar negeri.

Pada awal mendirikan tokopedia, banyak orang yang skeptis dengan bisnis online. Banyak pertanyaan yang muncul diantaranya adalah apakah ada orang yang sukses dari bisnis internet di Indonesia. Siapa yang mau belanja online di Indonesia. Dan sebagainya, bahkan ketika William mempunyai mimpi yang besar dalam tokopedia, semua beranggapan bahwa mimpinya terlalu tinggi dan muluk-muluk. Wlliam sendiri lahir bukan dari keluarga pebisnis, namun semua itu menjadikannya lebih keras bertekad untuk meraih mimpinya di kemudian hari.

Selain alasan tersebut, ternyata William juga banyak menemukan bahwa masyarakat Indonesia banyak yang mencari pekerjaan sampingan, dan yang tercetus dalam pikirannya adalah membuat perusahaan seperti ebay.

Berbekal dengan tekad yang kuat dalam mengembangkan usahanya, William berusaha untuk mencari pendanaan. Awalnya, dia menceritakan seluruh idenya kepada atasan tempat Wiliiam bekerja. Namun, bukan bantuan pendanaan yang diterima oleh William melainkan sejumlah argumen untuk menggugurkan idenya. Mereka lebih banyak menyarankan William untuk menghabiskan karir saya untuk hal lain yang lebih ‘realistis’ dibandingkan dengan mewujudkan mimpinya. Hal ini dialaminya karena latar belakangnya yang bukan dari pebisnis dan disipilin ilmu yang diambil ketika masih kuliah tidak cukup meyakinkan mereka untuk memberikan pendanaan modal.

Tekadnya yang tak pernah surut tersebut membuat atasannya memberika bantuan modal sebesar 10% setelah 2 tahun melakukan pencarian pemodal.

Berdiri sejak tahun 2009, tokopedia dibangun dengan modal seadanya dan tak lama setelahnya investor mulai berdatangan, salah satunya adalah East Ventures. William mengungkapkan, saat awal berdiri, 90 persen saham di Tokopedia dimiliki oleh investor lokal. Ia mengaku sulit sekali meyakinkan para investor untuk mau berinvestasi karena mereka khawatir Tokopedia ‘kabur’ setelah diberi suntikan dana.

Namun kini, Tokopedia banyak mendapat suntikan dana dari asing. Setiap tahun sejak tahun 2010, Tokopedia selalu mendapat investasi dari East Ventures (pada 2010), CyberAgent Ventures (2011), Beenos (2012), dan SoftBank (2013).

Terakhir, Tokopedia mendapat investasi lagi dari SoftBank dan Sequoia Capital pada Oktober 2014 senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. William mengklaim, investasi kepada perusahaannya ini merupakan yang terbesar bagi perusahaan internet Indonesia dan Asia Tenggara.