Semakin hari peminat hidroponik semakin meningkat, begitu juga dengan permintaan konsumen akan kebutuhan sayuran hidroponik. Ini terlihat dari trend di masyarakat, pasar akan kebutuhan hidroponik, dan meningkatnya jumlah anggota group-group pertanian hidroponik. Supermarket besar juga sudah banyak yang menjajakan sayuran dari hasil pertanian hidroponik, tentu dengan harga yang jauh lebih mahal dari sayuran biasanya.

Sayuran hidroponik seringkali diklaim lebih sehat dibandingkan dengan sayuran yang dibudidayakan secara konvensional. Pantas bila peningkatan permintaan akan produk hidroponik juga meningkat.

Kesehatan Kandungan Sayuran Hidroponik

Para petani hidroponik mengklaim bahwa sayuran hidroponik memiliki kandungan nutrisi lebih lengkap.

Nutrisi lengkap tersebut lebih karena pengaruh pemupukan yang lengkap. Pemupukan lengkap juga membuat sayuran hidroponik lebih renyah. Selain itu sayuran hidroponik nirpestisida. Itulah yang diklaim bahwa sayuran hidroponik lebih menyehatkan. Syaratnya penting kembali kepada program pemupukan yang pas. Pengaturan pemupukan pada tomat, misalnya, terbukti bisa mendongkrak kadar vitamin dan masa simpan yang berkaitan dengan kesegaran. Sekedar menyebutkan contoh, riset di Amerika Serikat sudah membuktikan bila tomat dan cabai hidroponik mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B6, E, dan C serta mineral lebih banyak dibanding di jenis sama yang ditanam di tanah. Namun, kondisi itu tetap dipengaruhi varietas dan lama pematangan buah di pohon.

Bila tanaman ditanam di tanah, ketika hujan turun, tanaman berisiko terkena cipratan air bercampur tanah yang mungkin saja mengandung bibit penyakit.  Hujan juga membawa spora penyakit dari udara. Pada budidaya hidroponik, seperti memakai sistem NFT, permukaan media ditutup mulsa plastik. Nah spora yang jatuh di atasnya, tidak langsung ke media. Oleh sebab itu peluang tanaman mengalami kontaminasi penyakit lebih sedikit.

Sistem hidroponik, air yang digunakan tidak bisa sembarangan. Air terbaik adalah air sumur yang murni, bukan air permukaan yang masih memiliki kuman penyakit dan terdapat berbagai kandunga zat-zat lain yang membahayakan. Beberapa Petani Hidroponik di mancanegara yang sudah akrab dengan hidroponik bahkan memperlakukan air dengan memberikan ionisasi memakai sinar ultraviolet sebelum digunakan. Sesungguhnya bertani hidroponik juga memiliki kendala seperti butuh investasi besar. Namun kondisi tersebut sebanding dengan harga jual yang bisa mencapai 2–3 kali lipat.  Apalagi bila sudah berbicara kesehatan, harga bukan lagi menjadi batu sandungan bagi konsumen.