Pin It

Inspirasi Sukses Pengusaha Cilik Dunia

Inspirasi Sukses Pengusaha Cilik Dunia – Usia yang masih muda tidak menjadi penghalang bagi para CEO cilik ini untuk mencapai kesuksesan. Memang, uang yang mereka hasilkan belum membuat mereka disebut miliarder. Tapi, para entreprenuer cilik ini sukses memasarkan produk dengan brand sendiri, dan tentu saja menghasilkan pendapatan yang sangat lumayan untuk ukuran anak seusia mereka.

Umumnya, bisnis diawali dari hobi yang mereka gemari dan mendapatkan arahan yang tepat dari orangtua. Selain itu, para pengusaha muda ini juga jeli melihat peluang usaha.

Setidaknya, CNBC mencatat terdapat delapan entrepreneur cilik yang tercatat sukses dalam berbisnis. Mereka salah satunya Sebastian Martinez. Bocah tujuh tahun itu memiliki perusahaan kaos kaki bernama Are You Kidding yang mampu menghasilkan USD15 ribu. Selain itu, bocah sembilan tahun Evan dari EvanTubeHD, mampu menghasilkan USD1,3 juta per tahun.

Para CEO in juga memulai usaha ketika usianya masih belia. Bahkan ada yang mulai menjalankan usahanya ketika usianya baru lima tahun, walau ada yang baru memulai ketika usianya belasan tahun. Siapa sajakah mereka?

Sebastian Martinez

sebastian martinez

Baru berusia tujuh tahun, tapi dia sudah menjadi CEO dari perusahaannya sendiri. Selain itu, dia juga dikenal sebagai seorang filantropis. Sebastian hobi mengoleksi kaos kaki yang kemudian bertransformasi menjadi sebuah bisnis yang amat menguntungkan berkat sugesti sang ibu. Hasilnya, Sebastian mendirikan perusahaan bernama Are You Kidding saat usianya lima tahun.

Pada 2014, Sebastian menghasilkan USD15 ribu dari penjualan kaos kaki perusahaannya. Tentu saja dia tidak mengoperasikan perusahaan ini sendiri, dirinya dibantu oleh kakaknya Brandon Martinez. Dan sejak Januari, revenue yang dihasilkan perusahaan ini terus bertambah. “Kami telah mencatat pendapatan USD15 ribu tahun lalu. Dan kami on the track untuk menaikkan jumlah (pendapatan) tersebut menjadi dua kali lipat, bahkan kami harap bisa capai tiga kali lipat,” ucap Presiden dari perusahaan tersebut, sekaligus Ibu Sebastian, Rachel Martinez, dilansir dari CNBC, Rabu (29/7/2015).

Are You Kidding bersama sejumlah organisasi kemanusiaan, seperti American Cancer Sociaty dan Live Like Bella Foundation menghasilkan USD3 ribu untuk dana kanker pada tahun lalu. Pada April lalu, perusahaan ini bersama The Hue Studio mendonasikan 25 persen dari hasil penjualan penjualan kaus kaki “Eye See You” ke Discovery Arts, sebuah organisasi amal yang fokus ke program seni untuk anak-anak dengan penyakit yang serius.

Evan dari EvanTubeHD

evan tube

Evan yang telah sukses dan populer di Youtube channel memang hobi mereview mainan dan membangun lego sejak dia berusia lima tahun. Dan kini, kesukaannya tersebut telah menjadi bisnis yang amat menjanjikan.

Entreprenuer cilik ini telah memiliki tiga chanel di platform video tersebut. Jumlah subscriber-nya mencapai 2,8 juta orang. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (29/7/2015).

Dia telah mengumpulkan lebih dari 1,9 miliar views pada platform tersebut. Diperkirakan, dia menghasilkan USD1,3 juta per tahun.

“Kami sudah mengamankan satu hal. Jadi saya pikir biaya untuk pendidikan di perguruan tinggi tidak lagi menjadi masalah. Syukurlah,” Jared, ayah Evan, kepada NBC News.

Alina Morse

alina morse

Alina yang baru berusia 9 tahun ini mendapatkan ide manis tersebut pada tahun 2014, yakni menciptakan permen yang enak dan baik untuk kesehatan, khususnya untuk gigi anak-anak. Alhasil, dengan bantuan sang ayah dan banyak melakukan riset, perusahaannya yang bernama Zollipops akhirnya lahir. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (29/7/2015).

Permen yang dijamin tidak merusak gigi ini dibuat dengan pemanis xylitol, erythitol dan bahan alami lainnya yang bermanfaat untuk menetralisir bahan-bahan berbahaya dalam mulut, sehingga bakteri-bakteri berbahaya tidak dapat berkembang di dalam mulut.

Tahun lalu, Alina berhasil mencetak penjualan hingga USD70 ribu. Pada tahun lalu, dia telah menerbitkan permen edisi baru untuk anak-anak bermerek. Bahkan, saat ini, dia tengah berupaya untuk memperlebar bisnisnya. Caranya, agar permen produksinya bisa dijual di klinik-klinik dokter gigi dan sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS)

Moziah Bridges

moziah

Pada usia 13 tahun, Moziah Bridges sudah menunjukan arah jika dirinya adalah calon pemilik sebuah kerajaan bisnis fashion. CEO cilik yang CEO necis ini meluncurkan bisnis dasi kupu-kupunya saat usianya sembilan tahun. Dirinya menjadi sorotan setelah tampil di sebuah acara entrepreuner, Shrank Tank. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (29/7/2015),

Ibu sekaligus manager Moziah, Tramiga Bridges menjelaskan, perusahaan milik anaknya, Mo Bow, telah menghasilkan penjualan USD350 ribu sejak 2011. Dan tahun ini diharapkan mencapai USD250 ribu. Dasi kupu-kupu koleksi Moziah dijual di toko-toko dan butik di enam negara bagian. Selain itu, dia juga menjual produknya ini melalui toko online-nya. “Saya benar-benar seorang pria necis muda yang tidak bisa menemukan dasi kupu-kupu yang saya sangat suka,” kata Moziah, dilansir dari Foxnews.

“Lalu saya melihat nenek saya, nenak yang sangat saya sayangi. Dia telah menjahit selama lebih dari 80 tahun. Lalu saya memutuskan untuk memulai bisnis saya sendiri membuat dasi kupu-kupu,” tambah dia, dilansir dari Huffingtongpost.

“Anda tidak harus menunggu sampai Anda lebih tua,” kata ibunya, Tramica.

“Jika Anda memiliki mimpi dan Anda memiliki gairah, saya katakan kita harus merealisasikannya,” ucapnya.

Moziah lalu memilih bahan sendiri untuk bahan dasinya. Lalu dia berkreasi dengan potongan dari bahan-bahan tersebut, yang terdiri dari motif polkadot, garis-garis hingga banyak warna.

Zachary Weisenthal

zachary

Entreprenuer cilik Zachary Weisenthal memang baru berusia 14 tahun. Tapi siapa duga, dirinya merupakan sosok terpenting di balik dua perusahaan. Desainer web yang telah menjadi CEO ini meluncurkan Zachs Web Design pada 2014 setelah mengunjungi Maverick Family Freedom Event dengan ayahnya. Zachary telah membuat website custom untuk beragam kepentingan pebisnis, termasuk Keep PUnching yang merupakan organisasi nirlaba yang fokus ke kanker otak.

Juga Ryz Ruffery, perusahaan yang memproduksi biskuit untuk anjing dan Emilee Tominovich Racing, yakni untuk official website untuk menampilkan jadwal balapan untuk pembalap wanita.

Perusahaan besutan Zach telah menghasilkan pendapatan sekira USD15 ribu sejak beroperasi. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (29/7/2015). Selain itu, dia juga memiliki perusahaan venture terbarunya, Serpent Skating, fokus ke merchandise skateboard ukir dari laser.

%d bloggers like this: