Pin It

Inspirasi 3 Milyarder Muda Fenomenal 2015

Mengakhiri tahun 2015 dan menyambut tahun 2016, praktekin.com mengetengahkan 3 sosok Milyarder muda dari Indonesia yang paling fenomenal di tahun 2015. Dengan usia yang masih tergolong belia, mereka mampu memanfaatkan ketersediaan teknologi informasi untuk mendongkrak bisnis mereka. Melalui konsep bisnis yang sederhana dan mudah diaplikasikan, ternyata bisa membuktikan mereka berhasil menjadi yang terbaik pada usahanya masing-masing. Belajar dari konsep bisnis yang sederhana inilah, Anda bisa belajar untuk memperbaiki penghasilan atau sekedar membuka cakrawala dan cara berpikir Anda. Berikut adalah kisah lengkapnya.

  1. Yasa Singgih.
    yasa singgih
    Siapa tidak mengenal milyarder belia ini? Sosoknya yang lembut, humble, hangat ini pernah beberapa kali diwawancarai oleh beberapa stasiun televisi. Pemuda yang baru berusia 20 tahun ini masih tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta, namun walaupun masih muda, dia telah mampu mengantongi omset bisnis lebih dari Rp. 400 juta setiap bulannya. Hanya berbekal media sosial dan website, Yasa menjajakan produk-produk yang segmentasinya adalah anak muda tersebut ke seluruh wilayah Indonesia. Yasa mengungkapkan bahwa menjadi pengusaha merupakan satun-satunya cara untuk mendapatkan penghasilan saat itu, dikarenakan ayahnya mengalami sakit jantung yang mengharuskan keluarga untuk mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Usianya masih sangat belia saat itu, masih duduk di bangku SMP kelas 3. Tetapi dia bertekad untuk bisa membantu meringankan beban keuangan orang tua nya. Dia pun memulai mencari uang dengan menjadi MC di beberapa MAL. Dari honor MC itulah, dia kumpulkan kemudian dijadikan modal untuk memulai bisnis saat dia mengawali sekolah di SMA. Usaha pertama yang dia jalankan adalah usaha lampu hias, usaha ini tidak berlangsung lama dan gagal. Selanjutnya dia memulai dengan bisnis kaos yang diproduksinya sendiri, namun usaha ini pun kembali gagal. Usaha berikutnya adalah membeli kaos hasil kulakan dari Tanah Abang kemudian dikemas ulang dan dibranding agar terlihat menarik dan elegan. Untuk itu, dia sengaja mengajak teman-teman sekolahnya untuk menjadi model dari usaha tersebut. Kemudian, dia jual kaos tersebut melalui media online, karena visualisasi yang bagus membuat kaos tersebut cepat diterima oleh masyarakat, produk tersebut laris. Dengan larisnya produk tersebut, Yasa kemudian mencari produsennya langsung dan setelahnya dia melakukan expand usaha ke sepatu dan jaket. Branding yang digunakan adalah men’s republic. Kini, Yasa juga menulis sebuah buku dengan judul “Never too Young To Become A Billionaire” sebuah buku yang mungkin bisa menginspirasi bagi Anda semua.
  2. Diajeng Lestari.

Diajeng Lestari
Perempuan muda usia 29 tahun adalah founder sekaligus owner dari web ecommerce hijup.com, sebuah mal busana muslim online di Indonesia. Lulusan FISIP UI ini pernah bekerja sebagai sebagai seorang profesional di sebuah lembaga riset pemasaran, yang memutuskan resign pada tahun 2011 silam untuk mendirikan website hijup.com. Konsep hijup yaitu menjadikan sebuah mal online bagi produk branded busana muslim yang ternama di Indonesia. Salah satu strategi marketing yang digunakan adalah memanfaatkan untuk membangun audience yang loyal dan masif. Ratusan video tutorial memakai hijab sudah diupload, membuat hijup makin dikenal luas dan dinanti produk-produknya oleh para pembeli setia nya. Kanal berlangganan video tutorialnya kini sudah mencapai angka 150 ribu pelanggannya dan menjadi salah satu kanal busana muslim dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia. Disinilah dia sangat jeli dalam menjalankan strategi pemasaran, yaitu melalui video marketing. Dia menyebutnya sebagai Brilliant Content Marketing Strategy, yaitu dengan memberikan value kepada calon pelanggan agar terikat secara emosional dan selalu teringat akan produk yang dipasarkan. Pertumbuhan bisnis hijup kian melaju, bahkan tahun ini hijup mendapatkan tambahan modal dari ventura capital sebesar 30-50 Milyar. Tahun 2016 ini, hijup menargetkan bisa mencapai omset 100 Milyar.

  1. Laksita Pradnya Paramita.
voria
Dara muda kelahiran Bandung ini usianya masih sangat belia, yaitu 20 tahun, namun di usianya yang masih belia ini dia berhasil mengantongi laba bersih tidak kurang dari Rp. 80 juta setiap bulannya. Kisah usaha Sita (nama panggilannya) sebetulnya tidak disengaja dan hanya karena “sakit hati” karena sering diejek oleh rekan-rekan di sekolahnya. Waktu itu, di sekolahnya sedang mengadakan tes IQ, namun setelah hasilnya keluar ternyata skor IQ nya jauh dibawah rata-rata, yaitu hanya 90-an. Dan sedikit masuk dalam kategori idiot. Maka, tidak mengherankan apabila seluruh rekan-rekannya mengolok-olok dan mengatakan bahwa dia tidak akan sukses, karena IQ nya yang sangat rendah. Hal inilah yang membulatkan tekad Sita untuk membuktikan bahwa walaupun IQ nya rendah tetapi dia harus bisa sukses. Pertama kali, dia mencoba bisnis kuliner ayam goreng dengan merk “ayam rusak”, dengan menggunakan logo yang sedikit di luar kebiasaan yaitu gambar ayam diperban kepala dan kakinya. Bisnis ini tidak bertahan lama dan langsung gagal. Ketika dia membuat logo ternyata tanpa memikirkan segala sesuatunya termasuk efek terhadap bisnisnya. Ternyata dari peristiwa tersebut, Sita banyak belajar. Namun, kadang jalan rejeki seseorang itu tidak ada yang dapat menduga, hal ini dialami setelah secara tidak sengaja menemukan barang yang dijual di Pasar Baru Bandung ketika dia jalan-jalan, yaitu sebuah kaos kaki dengan motif yang cantik. Feeling bisnisnya tergugah, dan dia memborong kaos kaki tersebut untuk dijualnya kembali. Dengan memanfaatkan instagram, Sita menjual kaos kaki tersebut. Ternyata kaos kaki tersebut laris manis. Langkah berikutnya, Sita berani untuk memotong jalur distribusi dengan menghubungi suppliernya langsung, sehingga harga belinya jauh lebih murah. Sita juga menyewa jasa desainer untuk mendesain kaos kakinya agar terlihat lebih elegan. Selain itu, SIta juga menghire photografer, karena Sita paham betul jika visualisasi sebuah produk dalam bisnis online merupakan elemen yang sangat penting. Meskipun Sita memiliki skor IQ yang dibawah rata-rata, namun Sita pandai dalam memanfaatkan keahlian orang lain guna mensupport bisnisnya.

%d bloggers like this: