mainan

Pak Marsa’ad atau yang sering di panggil pak Umar ini telah meninggalkan pekerjaannya dan membuka usaha mainan yang dibuat dari limbah kayu bekas. Awalnya ia hanya membuat kincir angin, dengan modal Rp. 800 (Delapan ratus rupiah) ia bisa mendapatkan uang Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Sehingga hal ini lah yang membuat ia semakin tertarik dalam melanjukan bisnis mainan ini.

Selain membuat kincir angin pak Umar juga memproduksi beragam mobil-mobilan dan kuda-kudaan dengan berbagai model serta ukuran. Untuk harga yang ditawarkan juga cukup beragam mulai dari Rp. 50.000 (Lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 300.000 (Tiga ratus ribu rupiah). Semua harga ini tergantung pada kualitas dari mainan yang dibuatnya. Sedangkan untuk omzet saat ini lumayan menguntungkan, pak Umar bisa mengantongi 50-60 juta rupiah per bulannya.

Di dalam mempromosikan produknya, awalnya pak Umar telah memasarkan mainannya hingga ke luar daerah serta luar negri, seperti Lampung, Belanda, dan Australia. Namun saat ini, dikarenakan terbatasnya sumber daya manusianya yang memproduksi mainan tersebut, akhirnya ia memasarkan produknya tersebut hanya di toko tempat ia bekerja serta berjualan mainannya saat ini.

Pak Umar mengungkapkan “Saya berharap kedepannya nanti, saya bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah, agar usaha mainan ini bisa kembali diminati oleh masyarakat luas.”